
Labuan Bajo – Program Studi Diploma Tiga Ekowisata Politeknik eLBajo Commodus (PLC), Labuan Bajo melaksanakan kegiatan benchmarking ke Program Studi Diploma Tiga Ekowisata Politeknik Cristo Re, Maumere, Kabupaten Sikka pada 13–15 Juli 2026. Kegiatan ini bertujuan memperkuat kerja sama antarperguruan tinggi melalui pertukaran informasi, pengalaman, dan praktik baik dalam pengelolaan program studi guna mendukung peningkatan mutu pendidikan tinggi vokasi.
Melalui kegiatan tersebut, kedua institusi tidak hanya berbagi strategi dalam penyelenggaraan pendidikan, tetapi juga membangun jejaring kolaborasi yang diharapkan mampu menghasilkan inovasi dalam pengembangan kurikulum, tata kelola program studi, serta peningkatan kualitas lulusan yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja dan industri pariwisata.
Selama tiga hari pelaksanaan, delegasi Prodi Diploma Tiga Ekowisata Politeknik eLBajo Commodus melakukan diskusi intensif bersama jajaran pimpinan dan dosen Prodi Diploma Tiga Ekowisata Politeknik Cristo Re. Berbagai aspek pengelolaan program studi menjadi fokus pembahasan, mulai dari implementasi kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE), proses pembelajaran, sistem penjaminan mutu, pengembangan kerja sama dengan mitra industri, hingga strategi peningkatan akreditasi program studi.
Selain sesi diskusi, kegiatan juga diisi dengan berbagi pengalaman mengenai pengelolaan praktik lapangan, pelaksanaan tridarma perguruan tinggi, serta pengembangan kompetensi mahasiswa agar mampu menjawab tantangan sektor pariwisata yang terus berkembang, khususnya pada bidang ekowisata.
Ketua Program Studi Diploma Tiga Ekowisata Politeknik eLBajo Commodus menyampaikan bahwa kegiatan benchmarking menjadi salah satu langkah strategis untuk memperoleh referensi dan inspirasi dalam meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan.
“Melalui kegiatan ini kami memperoleh banyak praktik baik yang dapat diadaptasi sesuai kebutuhan institusi. Kami juga berharap kerja sama ini dapat terus berkembang dalam berbagai program, baik di bidang akademik, penelitian, maupun pengabdian kepada masyarakat,” ujarnya.
Bagi Politeknik Cristo Re, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antarperguruan tinggi vokasi yang memiliki visi serupa dalam menghasilkan lulusan yang kompeten dan berdaya saing. Pertukaran pengalaman antardosen dan pengelola program studi diharapkan mampu melahirkan inovasi yang berdampak pada peningkatan kualitas layanan pendidikan.
Lebih dari sekadar kunjungan akademik, benchmarking ini diharapkan menjadi fondasi bagi pengembangan kolaborasi yang lebih luas di masa mendatang, termasuk pelaksanaan kegiatan bersama, pertukaran dosen dan mahasiswa, penelitian kolaboratif, serta pengembangan jejaring dengan dunia usaha dan dunia industri.

Salah seorang dosen peserta kegiatan mengungkapkan bahwa kesempatan berdiskusi secara langsung dengan sesama pengelola Program Studi Ekowisata memberikan perspektif baru dalam menghadapi tantangan pengelolaan pendidikan vokasi.
“Kami menyadari bahwa setiap institusi memiliki keunggulan masing-masing. Melalui kegiatan seperti ini, kami bisa saling belajar, saling menguatkan, dan bersama-sama meningkatkan mutu pendidikan demi menghasilkan lulusan yang siap berkontribusi bagi pembangunan pariwisata berkelanjutan,” ungkapnya.
Kegiatan benchmarking ini menjadi bukti komitmen kedua institusi untuk terus membangun budaya kolaborasi, berbagi praktik baik, dan memperkuat kualitas pendidikan tinggi vokasi, sehingga mampu melahirkan sumber daya manusia yang unggul dan siap mendukung pengembangan sektor ekowisata di Indonesia.
