Kunjungan Direktur Jenderal Lembaga Ilmu Pengetahuan dan Teknologi ke Politeknik eLBajo Commodus
Jumat, 23 Maret 2018, tepat pukul 17.00, sebuah tim dari Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi tiba di Bandara Komodo untuk mengunjungi dan memantau persiapan kampus Politeknik eLBajo Commodus.
Dr. Ir. Patdono Suwignjo, M.Eng.Sc., Direktur Jenderal Lembaga Ilmu Pengetahuan dan Teknologi serta Pendidikan Tinggi, didampingi oleh Drs. Sudarsono, Kepala Subdirektorat Pengembangan Program Pendidikan Tinggi Kejuruan, serta beberapa anggota tim kementerian lainnya, disambut oleh Bupati Manggarai Barat, Drs. Agustinus Ch. Dula, Koordinator Kopertis Wilayah VIII, Prof. Dr. I Nengah Dasi Astawa, serta para pengurus Yayasan Bangkit Anak Negeriku. Upacara penyambutan dilakukan secara tradisional oleh salah satu tokoh adat dan tim dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Manggarai Barat dengan penyerahan ayam dan tuak serta pemakaian selendang bermotif Manggarai sebagai simbol penyambutan tamu kehormatan.
Setelah beristirahat di ruang VIP Bandara Komodo, tim Kementerian Riset dan Pendidikan Tinggi langsung meninjau lokasi pembangunan kampus di kawasan Lancang untuk memeriksa kesiapan fisik gedung Politeknik eLBajo Commodus. Kemudian acara dilanjutkan dengan pertemuan dan diskusi singkat di Hotel Jayakarta terkait arah pendidikan vokasi. Dalam presentasinya, Dr. Ir. Patdono Suwignjo, M.Eng.Sc. mengatakan bahwa pendirian Politeknik Pariwisata di kawasan destinasi pariwisata prioritas sejalan dengan program pusat karena Labuan Bajo termasuk dalam 10 “Bali Baru” yang ditetapkan oleh Kementerian Pariwisata. Selain itu, beliau juga menekankan bahwa dalam mendirikan lembaga pendidikan tinggi, perlu diperhatikan ketersediaan dosen (satu program studi sebanyak 6 dosen tetap) serta kesiapan lahan dan infrastruktur, yaitu keberadaan gedung kampus dengan ruang kelas yang memadai dan fasilitas pendukung lainnya yang dibutuhkan.
Patdono juga menekankan bahwa tidak boleh ada lulusan Politeknik yang menganggur. “Selain ijazah, lulusan Politeknik akan mendapatkan sertifikat kompetensi yang diterbitkan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP). Saat ini, perusahaan-perusahaan industri biasanya akan melihat sertifikat tersebut,” tegasnya. Selain itu, menurut Patdono, konsep pendidikan sistem ganda (dual system) dari Jerman juga akan diadopsi pada tahun 2019 yang menerapkan 50% pembelajaran di kampus dan 50% praktik magang di industri. Konsep lain yang juga dapat diterapkan pada kurikulum kejuruan adalah sistem 3 + 2 + 1, yaitu tiga semester aktif di kampus, dua semester praktik di industri, dan satu semester akhir di kampus atau industri.